<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Rachel, Pahlawan, Imajinasi</title>
	<atom:link href="http://rumahmimpi.net/2008/11/rachel-pahlawan-imajinasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahmimpi.net/2008/11/rachel-pahlawan-imajinasi/</link>
	<description>mimpi adalah semangat. dan perlu sebuah rumah buat menampungnya.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 03:41:19 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: f</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2008/11/rachel-pahlawan-imajinasi/comment-page-1/#comment-3872</link>
		<dc:creator>f</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 05:27:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/2008/11/rachel-pahlawan-imajinasi/#comment-3872</guid>
		<description>I do love you Rachel! Setiap kali nama mu disebut hati ku tergetar. Engkau adalah simbol cinta yang hidup dan abadi. Cinta mu menembus batas-batas bangsa dan negara. Jiwa mu menjadi inspirasi kami ......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I do love you Rachel! Setiap kali nama mu disebut hati ku tergetar. Engkau adalah simbol cinta yang hidup dan abadi. Cinta mu menembus batas-batas bangsa dan negara. Jiwa mu menjadi inspirasi kami &#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2008/11/rachel-pahlawan-imajinasi/comment-page-1/#comment-643</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 07:40:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/2008/11/rachel-pahlawan-imajinasi/#comment-643</guid>
		<description>pesen aja ke madia di 021-7986562</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pesen aja ke madia di 021-7986562</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2008/11/rachel-pahlawan-imajinasi/comment-page-1/#comment-641</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 00:08:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/2008/11/rachel-pahlawan-imajinasi/#comment-641</guid>
		<description>di semarang bulum ada, hiks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>di semarang bulum ada, hiks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Haris Firdaus</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2008/11/rachel-pahlawan-imajinasi/comment-page-1/#comment-376</link>
		<dc:creator>Haris Firdaus</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 04:30:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/2008/11/rachel-pahlawan-imajinasi/#comment-376</guid>
		<description>to: tukang gunem&lt;br/&gt;disitulah letak tragedinya, mas. ketika apa yang kita lakukan dengan niat baik tak selalu disambut dg baikpula hanya karena prasangka berbau SARA. di situlah tragedi Rachel...&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;to: dangauilalang&lt;br/&gt;ya, terima kasih infonya. semoga ini menjadi pelajaran bagi kita yang juga kadang diamuk kesumat berbau SARA seperti yang terjadi di Palestina.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>to: tukang gunem<br />disitulah letak tragedinya, mas. ketika apa yang kita lakukan dengan niat baik tak selalu disambut dg baikpula hanya karena prasangka berbau SARA. di situlah tragedi Rachel&#8230;</p>
<p>to: dangauilalang<br />ya, terima kasih infonya. semoga ini menjadi pelajaran bagi kita yang juga kadang diamuk kesumat berbau SARA seperti yang terjadi di Palestina.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dangauilalang</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2008/11/rachel-pahlawan-imajinasi/comment-page-1/#comment-375</link>
		<dc:creator>dangauilalang</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 01:21:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/2008/11/rachel-pahlawan-imajinasi/#comment-375</guid>
		<description>udah ada bukunya, haris..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Judul: Let Me Stand Alone (Biarkan Aku Berdiri Sendirian)&lt;br/&gt;Judul Asli: Let Me Stand Alone (The Journals of Rachel Corrie)&lt;br/&gt;Penulis Rachel Corrie&lt;br/&gt;Pengantar: Goenawan Mohamad&lt;br/&gt;Tebal: xiii+526 halaman&lt;br/&gt;Cetakan: Pertama, Agustus 2008&lt;br/&gt;Penerbit: Madia Publisher&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&quot;Mereka adalah kita. Kita adalah mereka.&quot;&lt;br/&gt;Itu adalah salah satu bagian penting dari catatan harian Rachel Corrie yang mengekspresikan penulisnya sebagai pengusung plularisme universal, cinta damai dan menolak semua bentuk kekerasan di seluruh belahan dunia.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Rachel Corrie bukan seorang senator atau pesohor Hollywood seperti Paris Hilton--kendati usianya tak jauh beda--tetapi catatan harian, aktivitasnya, puisi serta sketsanya telah menerebos batas-batas negaranya yang rigid, rasis dan superior.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Rachel Corrie adalah martir kemanusian yang tewas mengenaskan pada usia 23 tahun setelah digilas buldoser Israel buatan Amerika Serikat. Rachel Corrie tewas saat berusaha menggagalkan penghancuran sebuah rumah milik warga Palestina, 16 Maret 2003.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ruh dan semangat Rachel Corrie telah menembus belahan dunia khususnya Rusia dan Palestina. Saat menginjakan kakinya di Rusia pada 1995, sebagai relawan kemanusiaan International Solidarity Movement (ISM), Rachel mulai merasakan Amerika Serikat yang asing.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&quot;Amerika tak mempesonaku lagi. Ia tak mampu memikatku lagi. Ia pudar dan terlipat di pinggiran pikiranku....&quot;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Rachel Corrie lahir di Olympia, Washington, 10 April 1979. Sejak kelas lima sekolah dasar ia sudah meneliti tentang kemiskinan dan masuk ke dalam laporan UNICEF dalam World&#039;s Children 1989.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pada saat SMA, ketika remaja lainnya tengah tidur pulas atau menarik mantelnya karena kedinginan, Rachel malah mengetuk hati setiap pengunjung supermarket untuk mendonasikan sebagian uang atau makanananya untuk orang miskin.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&quot;Sekaleng makanan dari Anda, segudang manfaat bagi mereka yang kelaparan,&quot; kata Rachel kepada setiap pengunjung supermarket. (hal xxvii).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mengenai sikap dan kepeduliannya terhadap kemanusiaan sangat terang benderang dan terlihat dalam catatan tanggal 15 Desember 1992 atau sekitar usia 13 tahun:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&quot;Kuingin menjadi seorang artis atau penari. Kumau mengubah dunia. Ku tak ingin gunakan obat-obatan. Bisa saja kutenggak alkohol sebelum cukup usia, tapi aku tak pernah merencanakannya. Kupercaya, jati diri didapat melalui proses, bukan melaui narkoba.&quot;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Atau dalam tulisan tertanggal 9 Maret 1993, Rachel kembali menegaskan sikapnya untuk tidak hidup dalam hedonisme dunia yang tengah menjadi budaya mayoritas gadis seusianya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&quot;Ketika aku jadi perawan tua, kusudahi untuk tampil cantik menawan. Merias wajah, mengoleksi baju ketat agar tubuh seolah elok, takkan kulakukan. Ku akan anut aliran Nudisme.&quot;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jiwa seniman dan kepenyairan yang dimiliki alumnus akademi seni ini semakin membuat tulisan dan sketsanya berjiwa, hidup dan humoris kendati ditulis dalam keadaan tegang suasana daerah pendudukan. Tulisan-tulisannya dikirim lewat surat elektronik (email) ke keluarganya dan beberapa di antaranya dimuat di media lokal.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Namun, tulisan-tulisan dan sketsanya baru membuat dunia tercengang ketika hampir seluruh catatan hariannya dimuat di harian Guardian Inggris, dengan tajuk &quot;Rachel&#039;s War.&quot;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Catatan harian Rachel Corrie ini semakin menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan bukan sebuah solusi dan malah akan menghancurkan peradaban dunia. Dunia tanpa kekerasan menjadi cita-citanya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tulisan-tulisan Rachel Corrie memberikan inspirasi bahwa usia muda bukan saatnya untuk hidup dalam hedonisme, narkoba dan menghabiskan duit untuk bersolek diri. Jati diri juga dapat diperoleh lewat kepedulian dan aksi nyata untuk menciptakan dunia yang damai dan bebas dari kemiskinan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Rachel Corrie juga ingin menegaskan bahwa masalah Palestina bukan hanya masalah dan beban bangsa Palestina semata tetapi juga tanggung jawab dan empati dunia termasuk Amerika Serikat.[]&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;(KOMPAS, 27 Nov 2008)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>udah ada bukunya, haris..</p>
<p>Judul: Let Me Stand Alone (Biarkan Aku Berdiri Sendirian)<br />Judul Asli: Let Me Stand Alone (The Journals of Rachel Corrie)<br />Penulis Rachel Corrie<br />Pengantar: Goenawan Mohamad<br />Tebal: xiii+526 halaman<br />Cetakan: Pertama, Agustus 2008<br />Penerbit: Madia Publisher</p>
<p>&#8220;Mereka adalah kita. Kita adalah mereka.&#8221;<br />Itu adalah salah satu bagian penting dari catatan harian Rachel Corrie yang mengekspresikan penulisnya sebagai pengusung plularisme universal, cinta damai dan menolak semua bentuk kekerasan di seluruh belahan dunia.</p>
<p>Rachel Corrie bukan seorang senator atau pesohor Hollywood seperti Paris Hilton&#8211;kendati usianya tak jauh beda&#8211;tetapi catatan harian, aktivitasnya, puisi serta sketsanya telah menerebos batas-batas negaranya yang rigid, rasis dan superior.</p>
<p>Rachel Corrie adalah martir kemanusian yang tewas mengenaskan pada usia 23 tahun setelah digilas buldoser Israel buatan Amerika Serikat. Rachel Corrie tewas saat berusaha menggagalkan penghancuran sebuah rumah milik warga Palestina, 16 Maret 2003.</p>
<p>Ruh dan semangat Rachel Corrie telah menembus belahan dunia khususnya Rusia dan Palestina. Saat menginjakan kakinya di Rusia pada 1995, sebagai relawan kemanusiaan International Solidarity Movement (ISM), Rachel mulai merasakan Amerika Serikat yang asing.</p>
<p>&#8220;Amerika tak mempesonaku lagi. Ia tak mampu memikatku lagi. Ia pudar dan terlipat di pinggiran pikiranku&#8230;.&#8221;</p>
<p>Rachel Corrie lahir di Olympia, Washington, 10 April 1979. Sejak kelas lima sekolah dasar ia sudah meneliti tentang kemiskinan dan masuk ke dalam laporan UNICEF dalam World&#8217;s Children 1989.</p>
<p>Pada saat SMA, ketika remaja lainnya tengah tidur pulas atau menarik mantelnya karena kedinginan, Rachel malah mengetuk hati setiap pengunjung supermarket untuk mendonasikan sebagian uang atau makanananya untuk orang miskin.</p>
<p>&#8220;Sekaleng makanan dari Anda, segudang manfaat bagi mereka yang kelaparan,&#8221; kata Rachel kepada setiap pengunjung supermarket. (hal xxvii).</p>
<p>Mengenai sikap dan kepeduliannya terhadap kemanusiaan sangat terang benderang dan terlihat dalam catatan tanggal 15 Desember 1992 atau sekitar usia 13 tahun:</p>
<p>&#8220;Kuingin menjadi seorang artis atau penari. Kumau mengubah dunia. Ku tak ingin gunakan obat-obatan. Bisa saja kutenggak alkohol sebelum cukup usia, tapi aku tak pernah merencanakannya. Kupercaya, jati diri didapat melalui proses, bukan melaui narkoba.&#8221;</p>
<p>Atau dalam tulisan tertanggal 9 Maret 1993, Rachel kembali menegaskan sikapnya untuk tidak hidup dalam hedonisme dunia yang tengah menjadi budaya mayoritas gadis seusianya.</p>
<p>&#8220;Ketika aku jadi perawan tua, kusudahi untuk tampil cantik menawan. Merias wajah, mengoleksi baju ketat agar tubuh seolah elok, takkan kulakukan. Ku akan anut aliran Nudisme.&#8221;</p>
<p>Jiwa seniman dan kepenyairan yang dimiliki alumnus akademi seni ini semakin membuat tulisan dan sketsanya berjiwa, hidup dan humoris kendati ditulis dalam keadaan tegang suasana daerah pendudukan. Tulisan-tulisannya dikirim lewat surat elektronik (email) ke keluarganya dan beberapa di antaranya dimuat di media lokal.</p>
<p>Namun, tulisan-tulisan dan sketsanya baru membuat dunia tercengang ketika hampir seluruh catatan hariannya dimuat di harian Guardian Inggris, dengan tajuk &#8220;Rachel&#8217;s War.&#8221;</p>
<p>Catatan harian Rachel Corrie ini semakin menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan bukan sebuah solusi dan malah akan menghancurkan peradaban dunia. Dunia tanpa kekerasan menjadi cita-citanya.</p>
<p>Tulisan-tulisan Rachel Corrie memberikan inspirasi bahwa usia muda bukan saatnya untuk hidup dalam hedonisme, narkoba dan menghabiskan duit untuk bersolek diri. Jati diri juga dapat diperoleh lewat kepedulian dan aksi nyata untuk menciptakan dunia yang damai dan bebas dari kemiskinan.</p>
<p>Rachel Corrie juga ingin menegaskan bahwa masalah Palestina bukan hanya masalah dan beban bangsa Palestina semata tetapi juga tanggung jawab dan empati dunia termasuk Amerika Serikat.[]</p>
<p>(KOMPAS, 27 Nov 2008)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

