<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Wisrawa</title>
	<atom:link href="http://rumahmimpi.net/2009/01/wisrawa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahmimpi.net/2009/01/wisrawa/</link>
	<description>mimpi adalah semangat. dan perlu sebuah rumah buat menampungnya.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 02:29:04 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2009/01/wisrawa/comment-page-1/#comment-618</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 07:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/2009/01/wisrawa/#comment-618</guid>
		<description>Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu&lt;br/&gt;suradira jayaningrat, lebur dening pangastuti&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;wayang banget, mengingatkanku pada dosenku, kuliah PSE, &lt;br/&gt;sastra jendra tu maksudnya apa? ilmu? &lt;br/&gt;pangruwating diyu? pengekang hawa nafsu?&lt;br/&gt;nafsu=diyu buto?&lt;br/&gt;hayuningrat?............&lt;br/&gt;suradira ?.............&lt;br/&gt;lebur dening pangastuti? terhapus dengan kerendahan hati, pemaaf?saling memaafkan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu<br />suradira jayaningrat, lebur dening pangastuti</p>
<p>wayang banget, mengingatkanku pada dosenku, kuliah PSE, <br />sastra jendra tu maksudnya apa? ilmu? <br />pangruwating diyu? pengekang hawa nafsu?<br />nafsu=diyu buto?<br />hayuningrat?&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />suradira ?&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />lebur dening pangastuti? terhapus dengan kerendahan hati, pemaaf?saling memaafkan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ndoro Seten</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2009/01/wisrawa/comment-page-1/#comment-515</link>
		<dc:creator>Ndoro Seten</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 01:09:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/2009/01/wisrawa/#comment-515</guid>
		<description>Luar biasa kupasane mas...&lt;br/&gt;Dunia perwayangan memang merupakan simbol kehidupan manusia sebagaimana makna wayang, bayangan, ayang-ayang.&lt;br/&gt;Di balik simbol dan pralambang itulah para pujangga ingin menyampaikan pesan-pesan mengenai keluhuran budi dan nilai-nilai moralitas, dan satu hal yang pasti adalah dialektika antara kebenaran dan kebatilan yang tiada akan pernah sirna selama dunia ini masih berputar. dan di setiap ujung pergulatan hidup, kebenaran akan senantiasa unggul di atas kebatilan.&lt;br/&gt;Matur nuwun dongenge mas...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Luar biasa kupasane mas&#8230;<br />Dunia perwayangan memang merupakan simbol kehidupan manusia sebagaimana makna wayang, bayangan, ayang-ayang.<br />Di balik simbol dan pralambang itulah para pujangga ingin menyampaikan pesan-pesan mengenai keluhuran budi dan nilai-nilai moralitas, dan satu hal yang pasti adalah dialektika antara kebenaran dan kebatilan yang tiada akan pernah sirna selama dunia ini masih berputar. dan di setiap ujung pergulatan hidup, kebenaran akan senantiasa unggul di atas kebatilan.<br />Matur nuwun dongenge mas&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: omahseta</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2009/01/wisrawa/comment-page-1/#comment-513</link>
		<dc:creator>omahseta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 09:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/2009/01/wisrawa/#comment-513</guid>
		<description>wuih, diskusi haris dan masmpep benar-benar mencerahkan. jadi gak pede ikutan komentar...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wuih, diskusi haris dan masmpep benar-benar mencerahkan. jadi gak pede ikutan komentar&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: haris</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2009/01/wisrawa/comment-page-1/#comment-505</link>
		<dc:creator>haris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 12:49:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/2009/01/wisrawa/#comment-505</guid>
		<description>terima kasih atas diskusinya, mas feb. mas, melakukan tafsir atas &quot;simbol&quot; tentu saja tak perlu harus sampai pada apa yang kau sebut sebagai &quot;definisi operasional&quot; bukan? kekayaan simbol agaknya tak bisa diringkas ke dalam &quot;definisi operasional&quot;. melakukan tafsir, itu beda dengan melakukan pendefinisian operasional, kan? barangkali benar bahwa kebanykan buku yg berkisah soal epos itu tak banyak berkisah soal definisi dari simbol2 itu. bagi sy pribadi, lebih menarik melakukan tafsir dari kisah2 sejarah para tokoh itu ketimbang harus mencari2 pokok2 ajaran filsafat mereka. dlm laku hidup merekalah tersimpan kekayaan yang bs kita tafsirkan dlm konteks kekinian. sy memang blm bs mewedar sastra jendra, mas. pengetahuan sy soal itu amatlah terbatas--sy bahkan agak ragu kita yg tak melakukan olah spritual bs sampai ke arah sana. tapi bukan berarti tiap bagian dari epos tak bs kita tafsir kan? &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;sekali lagi terima kasih...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih atas diskusinya, mas feb. mas, melakukan tafsir atas &#8220;simbol&#8221; tentu saja tak perlu harus sampai pada apa yang kau sebut sebagai &#8220;definisi operasional&#8221; bukan? kekayaan simbol agaknya tak bisa diringkas ke dalam &#8220;definisi operasional&#8221;. melakukan tafsir, itu beda dengan melakukan pendefinisian operasional, kan? barangkali benar bahwa kebanykan buku yg berkisah soal epos itu tak banyak berkisah soal definisi dari simbol2 itu. bagi sy pribadi, lebih menarik melakukan tafsir dari kisah2 sejarah para tokoh itu ketimbang harus mencari2 pokok2 ajaran filsafat mereka. dlm laku hidup merekalah tersimpan kekayaan yang bs kita tafsirkan dlm konteks kekinian. sy memang blm bs mewedar sastra jendra, mas. pengetahuan sy soal itu amatlah terbatas&#8211;sy bahkan agak ragu kita yg tak melakukan olah spritual bs sampai ke arah sana. tapi bukan berarti tiap bagian dari epos tak bs kita tafsir kan? </p>
<p>sekali lagi terima kasih&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: masmpep</title>
		<link>http://rumahmimpi.net/2009/01/wisrawa/comment-page-1/#comment-501</link>
		<dc:creator>masmpep</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 02:23:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahmimpi.net/2009/01/wisrawa/#comment-501</guid>
		<description>&quot;kedua, dalang2 dan buku2 kita bukan pelit. sastra jendra, &quot;rahasia kehidupan&quot;, harus dipahami dg nalar yg berbeda dg nalar modernis kita yg penuh tuntutan rasio.&quot; &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;saya tertarik dengan anak paragraf ini. soal nalar berpikir. saya hanya kesulitan memahami &#039;makna&#039; yang dikatakan &#039;dalam&#039; dari simbol dan definisi-definisi filsafati ini. ketika kemudian saya ingin mengetahui lebih dalam, saya dibenturkan pada alam berpikir yang hipotetis: bahwa peradaban hari ini berpikir dengan menggunakan &#039;nalar modernis&#039; dengan kata kunci &#039;rasio(nalitas)&#039;. sedang peradaban ketika kakawin ramayan digubah menggunakan &#039;nalar berbeda&#039;--dalam analisis teks saya &#039;tradisional&#039; dan &#039;tidak menggunakan rasio&#039;.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;saya tak puas berhenti pada titik ini, mas haris. saya tak puas ketika membaca buku-buku semacam itu, lebih banyak berhenti pada &#039;sejarah&#039; tokoh-tokohnya (cerita syekh siti jenar lebih banyak berisi sejarah ketimbang muatan filsafat &#039;ajarannya&#039;). kalaupun dikupas, lebih banyak berisi &#039;resensi&#039;, dan &#039;kesimpulan&#039;. sehingga kita kemudian menyebut &#039;pakem&#039;. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;padahal, gairah berpikir kakawin-kakawin kita itu saya kira terbuka terhadap tafsir-tafsir baru. bagaimana kita menafsir, bila kita tak berkesempatan untuk memahami abstraksi &#039;simbol&#039; dan &#039;istilah&#039;.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;saya berharap mas haris--dengan tradisi membaca dan menguliti kepustakaan yang tak diragukan--tak berada pada domain penulis-penulis &#039;istilah&#039;. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;namun ini hanya harapan, he-he-he.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;salam,&lt;br/&gt;masmpep.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;kedua, dalang2 dan buku2 kita bukan pelit. sastra jendra, &#8220;rahasia kehidupan&#8221;, harus dipahami dg nalar yg berbeda dg nalar modernis kita yg penuh tuntutan rasio.&#8221; </p>
<p>saya tertarik dengan anak paragraf ini. soal nalar berpikir. saya hanya kesulitan memahami &#8216;makna&#8217; yang dikatakan &#8216;dalam&#8217; dari simbol dan definisi-definisi filsafati ini. ketika kemudian saya ingin mengetahui lebih dalam, saya dibenturkan pada alam berpikir yang hipotetis: bahwa peradaban hari ini berpikir dengan menggunakan &#8216;nalar modernis&#8217; dengan kata kunci &#8216;rasio(nalitas)&#8217;. sedang peradaban ketika kakawin ramayan digubah menggunakan &#8216;nalar berbeda&#8217;&#8211;dalam analisis teks saya &#8216;tradisional&#8217; dan &#8216;tidak menggunakan rasio&#8217;.</p>
<p>saya tak puas berhenti pada titik ini, mas haris. saya tak puas ketika membaca buku-buku semacam itu, lebih banyak berhenti pada &#8217;sejarah&#8217; tokoh-tokohnya (cerita syekh siti jenar lebih banyak berisi sejarah ketimbang muatan filsafat &#8216;ajarannya&#8217;). kalaupun dikupas, lebih banyak berisi &#8216;resensi&#8217;, dan &#8216;kesimpulan&#8217;. sehingga kita kemudian menyebut &#8216;pakem&#8217;. </p>
<p>padahal, gairah berpikir kakawin-kakawin kita itu saya kira terbuka terhadap tafsir-tafsir baru. bagaimana kita menafsir, bila kita tak berkesempatan untuk memahami abstraksi &#8217;simbol&#8217; dan &#8216;istilah&#8217;.</p>
<p>saya berharap mas haris&#8211;dengan tradisi membaca dan menguliti kepustakaan yang tak diragukan&#8211;tak berada pada domain penulis-penulis &#8216;istilah&#8217;. </p>
<p>namun ini hanya harapan, he-he-he.</p>
<p>salam,<br />masmpep.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

