Bersiaga di Jalan Jakarta

Jan 25

Bersiaga di Jalan Jakarta

Pada mulanya, saya ingin optimis dengan jalanan Jakarta. Tapi sesudah banyak perempuan diperkosa di mikrolet dan dicabuli di Trans Jakarta, setelah banyak orang dirampok atau dicopet di Kopaja atau Metromini, dan sesudah Xenia Maut yang dikendarai perempuan gendut itu menewaskan sembilan orang, saya tahu alasan untuk optimis itu hampir-hampir habis. Akhirnya, kita...

Read More

Harapan dan Momentum Mesuji

Dec 21

Harapan dan Momentum Mesuji

Pekan lalu, dari Jumat sampai Minggu, saya mengunjungi wilayah Mesuji yang masuk dalam dua provinsi, Lampung dan Sumatra Selatan, untuk meliput seputar konflik di sana. Sejak awal, niatan saya tidak pernah muluk-muluk: saya hanya ingin mendapatkan gambaran nyata perihal konflik itu, dengan validitas yang bisa dipertanggungjwabkan. Ini kelihatannya merupakan soal...

Read More

Ke Merapi, Mereka kan Kembali

Nov 05

Ke Merapi, Mereka kan Kembali

Widarti adalah perempuan yang tegar dan periang. Usianya 49 tahun. Saya bertemu dengannya pada suatu siang, saat dia baru saja kembali dari kebun kecil di belakang komplek hunian sementara (Huntara) korban letusan Gunung Merapi di Dusun Plosokerep. Tidak banyak hasil kebun yang dibawanya kala itu, hanya beberapa biji tomat dan ketela. “Mari mampir, Mas,”...

Read More

Ramadhan di Jakarta

Aug 26

Ramadhan di Jakarta

Salah satu cobaan paling berat menjalankan puasa Ramadhan di Jakarta adalah terjebak di mall saat waktu berbuka puasa tanpa mendapat kepastian tempat berbuka. Ini sangat berbahaya, karena kita harus bersaing dengan ratusan orang untuk berburu makanan berbuka. Selama Ramadhan tahun ini, saya mengalami peristiwa semacam itu beberapa kali sehingga tahu bagaimana...

Read More

Menjadi Ideologis Lagi

Jun 29

Menjadi Ideologis Lagi

Dalam sebuah esai yang saya tulis beberapa saat sesudah Pemilu 2009, saya bercerita tentang seorang pedagang makanan keliling yang memakai kaos Partai Gerindra tapi di gerobaknya tertempel stiker Partai Keadilan Sejahtera. Dalam sebuah masyarakat politik yang ideologis, fenomena semacam ini mungkin sebuah keanehan, tapi di Indonesia hari ini, orang dengan dua simbol...

Read More

Rengasdengklok dan Beban Sejarah

Apr 12

Rengasdengklok dan Beban Sejarah

Di Rengasdengklok, di antara pasar yang becek, jalan-jalan sempit yang penuh lubang, dan orang-orang miskin yang mandi di sungai, saya tak kuasa menahan pertanyaan yang bisa jadi terdengar menggelikan: apa sebenarnya arti sejarah? Bagi orang-orang yang tiap hari tinggal di kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat itu, pertanyaan tersebut mungkin...

Read More

Switch to our mobile site