Proklamasi Luna dan Ilusi Kemerdekaan

Aug 11

Proklamasi Luna dan Ilusi Kemerdekaan

Di hadapan iklan, tak ada sesuatu yang sakral. Semuanya bisa dipermainkan, segalanya bisa menjadi sesuatu yang lucu atau menjual. Kadang, juga menipu. Lihat saja iklan kartu seluler XL yang terbaru. Dalam iklan tersebut, Luna Maya, ikon penting XL, tampil sebagai seorang “proklamator”. Ia berdiri di hadapan mikrophon—yang agaknya dibuat mirip dengan yang dulu...

Read More

Kaos yang Kehilangan Petanda

Aug 06

Kaos yang Kehilangan Petanda

Kerinduan membuatku seperti tanaman yang menenggelamkan dirinya kembali ke dasar bumi. Aku mengenakan kaos yang tidak terlalu panas waktu itu, untuk memelukmu. Seperti waktu yang menyatakan dirinya lewat mata kanak-kanak. Dan kau pilih baju sutra berwarna merah, di sebuah kota, yang belum juga kau jahit hingga kini. (Sajak “Membuat Baju Untukmu”, Afrizal...

Read More

Iklan: Sebuah Muasal

Jun 13

Pada masa Yunani Kuno, iklan yang paling mula adalah puisi. Kala itu, praktek periklanan paling awal adalah sebentuk aktivitas di mana para penjaja menyanyikan puisi di sepanjang jalanan Kota Athena untuk menawarkan dagangannya. Melalui aktivitas oral, para penjaja itu berharap bisa memengaruhi penduduk kota untuk membeli barang yang mereka jual. Salah satu produk...

Read More

Iklan: Menundukkan Puisi, Menjadi Suci

Jun 08

Iklan: Menundukkan Puisi, Menjadi Suci

Sebagai sesama teks, dilihat secara sepintas iklan dan puisi memang berada dalam ruang yang terpisah jauh. Puisi adalah bagian dari produk kesenian yang seringkali dianggap memiliki nilai-nilai tertentu dan jauh dari aroma komersial. Sebaliknya, iklan adalah teks yang memang sengaja dibuat untuk menjual sesuatu. Iklan, seperti kata Budiman Hakim (2006: 218), dibuat...

Read More

Foto

May 19

Foto

“Potret adalah manifestasi hasrat manusia akan kebadian,” tulis Dony Gahral Ardian, saat memberi kata pengantar untuk terjemahan Bahasa Indonesia dari karya James Joyce, “A Potrait of The Artist as a Young Man”. Pendapat ini sebangun dengan narasi intrapersonal Sy Parrish, seorang tukang cetak foto dalam Film “One Hour Photo”. Dalam sebuah bagian dari...

Read More

Media Massa dan Kehancuran Individu

Apr 01

Media Massa dan Kehancuran Individu

Di Kopenhagen, Denmark, ada suatu masa ketika kerja media massa tidak dimulai dari sebuah sikap ingin tahu. Di kota itu, sekitar tahun 1840-an, kerja sebuah media dimulai dengan sebuah kebencian dan berakhir dengan berita skandal yang mencemooh. Syahdan, di tahun-tahun itu, terdapat sebuah majalah mingguan bernama Corsair yang dengan menggebu terus-menerus memuat...

Read More

Switch to our mobile site