Suatu Pagi di Bundaran HI

Jul 30

Suatu Pagi di Bundaran HI

Remaja lelaki itu kelihatan sangat memelas. Saya tidak bisa mendengar perkataannya, namun melihat mimik wajahnya, saya tahu dia sedang berbicara tentang sesuatu yang sangat serius. Barangkali dia sedang meminta maaf pada perempuan yang duduk di hadapannya itu. Mereka mungkin sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Bisa jadi si cowok telah melakukan kesalahan dan...

Read More

Bersembunyi di 7-Eleven

May 08

Bersembunyi di 7-Eleven

Hari-hari ini, bila ada tempat nongkrong ABG yang selalu dibicarakan orang di Jakarta, pastilah tempat itu 7-Eleven. Convenience store yang pertama kali berdiri pada 1927 di Texas, Amerika Serikat, ini memang seolah-olah menjadi virus menular di Jakarta. Kehadirannya cepat dan mencolok. Seolah-olah, tanpa kita benar-benar sadar, gerai-gerai 7-Eleven sudah ada di...

Read More

Merapi dan Kenangan

Nov 17

Merapi dan Kenangan

Ketika saya mendongakkan kepala setinggi mungkin pagi itu, puncak Gunung Merapi tidak kelihatan. Dari tempat saya berdiri, yang terlihat hanyalah kumpulan bebatuan besar yang sesekali longsor ke bawah, dan para pendaki yang berusaha menghindarinya. Saya baru saja bangun tidur, dan sedang memasak mie instan untuk sarapan. Semalam, saya tidur di antara batu-batu besar...

Read More

Tahun Baru

Feb 07

Tahun Baru

2010 adalah tahun yang benar-benar baru bagi saya. Sejak awal Januari lalu, saya meninggalkan kota tempat saya lahir dan tinggal lebih dari 20 tahun. Saya pindah ke sebuah kota hiruk pikuk, jauh lebih jelek, tapi mau tak mau harus saya akrabi. Ini konsekuensi dari pekerjaan baru saya. Perubahan ini, bagi saya, sangat drastis. Saya harus meninggalkan hampir segala...

Read More

Makan dan Makam

Nov 07

Makan dan Makam

Sore itu, ketika Budhe B menelepon, saya sedang sendiri di rumah. Semua anggota keluarga saya sedang ke Magelang, menengok rumah kontrakan kakak saya. “Wis krungu kabare Pak A?” “Durung, Budhe.” “Pak A wis ra ono.” Saya tercekat mendengar penuturan budhe. Pak A adalah om saya, adik dari ibu—ia yang terakhir dari dua belas bersaudara anak kakek saya....

Read More

Seragam Sekolah: Sebuah Kisah

Oct 03

Seragam Sekolah: Sebuah Kisah

Pada sebuah pagi sekira sebelas tahun lampau, saya bangun tidur dengan perasaan yang campur aduk: ada rasa senang, sekaligus bangga, tapi juga secuil cemas. Hari itu, untuk kali pertama setelah enam tahun, saya boleh menanggalkan seragam sekolah berwarna putih-merah dan bisa memakai seragam baru berupa kemeja putih lengen pendek dan celana cekak warna biru. Pagi itu...

Read More

Switch to our mobile site