Lebaran dan Fiksi Berbau Film India

Sep 22

Lebaran dan Fiksi Berbau Film India

Dua tahun lalu, saya menuliskan pengalaman yang saya temui saat melakukan “perjalanan silaturahim” lintas provinsi bersama keluarga saya. Kini saya memposting tulisan itu kembali, setelah diedit sedikit, untuk mengingatkan: lebaran bisa saja berarti hal-hal kecil yang remeh dan terlupakan. Lebaran bisa berarti banyak hal. Yang paling klise tentu sebagai sebuah...

Read More

Kisah Guru-guru Saya

May 01

Kisah Guru-guru Saya

Sebagaimana tiap orang yang menempuh pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi, saya punya pengalaman diajar oleh banyak sekali guru. Mulai guru masa taman kanak-kanak, sampai kini ketika orang-orang yang mengajar itu lebih banyak dipanggil sebagai “dosen”. Kuantitas guru saya mungkin mencapai ratusan, dan yang jelas: beragam sekali sifat dan perangainya. Di...

Read More

Rasa Sakit

Dec 10

Rasa Sakit

Untuk apa sebenarnya rasa sakit diciptakan? Mereka yang pernah membaca The Da Vinci Code-nya Dan Brown, mungkin akan ingat sebaris kalimat aneh perihal kesakitan: “Rasa sakit itu baik, Monsieur.” Pada bagian pembuka dari buku yang diklaim telah “memukau nalar” dan “mengguncang iman” itu, kalimat yang bernada mengerikan itu diucapkan Silas, seorang lelaki...

Read More

Risiko

Jun 19

Risiko

:lintanglanang Bung, kini kita tahu: laku menulis adalah sebuah laku yang tak pernah bebas dari sebiji—atau lebih—risiko. Dalam pokok soal ini, meminjam Nirwan Dewanto dengan sedikit modifikasi, kita bisa melakukan “pembacaan jauh” atau “pembacaan dekat”. Membaca jauh, berarti dalam soal ini kita akan ingat dengan banyak nama: Pramoedya Ananta Toer, Wiji...

Read More

Pergi

May 12

pada: nhw Dulu, saya hampir selalu memandang kepergian sebagai sesuatu yang berat. Saya selalu membayangkan, suatu saat kelak, ketika akhirnya saya harus melangkahkan kaki untuk pergi dan barangkali tak akan kembali lagi kecuali hanya untuk sesaat—dan itupun hanya untuk “menengok”—, saya pasti akan merasakan semacam rasa sakit. Rasa sakit itu, barangkali...

Read More

Pesimisme dan Kehendak yang Buta

Apr 29

Pesimisme dan Kehendak yang Buta

pada: helmy Kalau bagi Chairil Anwar hidup adalah menunda kekalahan, bagi Arthur Schopenhauer, hidup adalah “kekalahan” itu sendiri. Untuk filsuf yang menggemakan pesimisme hidup manusia itu, kehidupan tidak berjalan atas dasar rasionalisme. Kehidupan, menurutnya, berkembang di atas rel “kehendak buta” dan “ketidaksadaran”. Setelah Masa Pencerahan tiba...

Read More

Switch to our mobile site