Sebuah Topik yang Hari Itu Tak Kita Tuntaskan

Oct 13

Sebuah Topik yang Hari Itu Tak Kita Tuntaskan

Kita tetap tak meninggalkan tempat duduk ketika hari sudah makin siang, dan perpustakaan kampus makin sepi. Semakin sedikit mahasiswa yang betah ada di sana. Buku-buku yang berderet rapi di rak-rak itu, tentu saja, untuk sementara, menganggur. Cuma beberapa orang yang masih hendak menikmati buku-buku itu. Dan kita, duduk berdampingan di sebuah tempat paling...

Read More

Cepat Cembuhhh, Ya!

Oct 06

Cepat Cembuhhh, Ya!

Ketika sakit, selalu ada sebersit kebahagiaan ketika HP berbunyi dan kita mendapati sebuah sms yang mengucapkan, “Cepat cembuhhh, ya!” Ya, selalu ada senyum simpul yang otomatis keluar saat momen seperti itu terjadi. Mungkin saja kita merasa diperhatikan oleh seseorang. Mungkin pula, di saat kita menerima cobaan itu, kita merasa kok ya ada orang yang mau-maunya...

Read More

Warna yang Lain

Sep 28

Warna yang Lain

Kalau benar apa yang kau katakan bahwa “curhat adalah semacam zat aditif yang membikin kecanduan”, maka barangkali kita adalah korbannya. Tentu saja, kau mungkin sedang bercanda ketika mengatakan kalimat itu pada saya, dalam sebuah sms. Tapi bukankah, sebuah guyon tak selalu menjadi anonim dari “kebenaran”? Saya tertawa ketika mendapat sms darimu soal...

Read More

Puisi yang (Mungkin Saja) Menyentuhmu

Sep 23

Puisi yang (Mungkin Saja) Menyentuhmu

Puisi (Mungkin Saja) Menyentuhmu Malam itu, barangkali kita sama-sama berbahagia. Di sebuah lapangan besar yang cukup banyak orang, kita duduk lesehan, menatap langit, dan merasai angin. Kita tak memikirkan apa-apa, barangkali, selain bahwa dua hari itu kita sama-sama bahagia. Sebentar lagi, seperti malam sebelumnya, kita akan menonton banyak penyair yang membaca...

Read More

Sebuah Pagi Ketika Kau Menelepon

Sep 12

Sebuah Pagi Ketika Kau Menelepon

Persahabatan, barangkali, semacam proses untuk tidak saling melupakan. Saya menulis kalimat itu karena teringat sebuah pagi ketika kau menelepon. Saat itu, saya belum lagi mandi dan baru saja bangun dari sebuah tidur yang nyenyak. Dari seberang gagang telepon, saya dengar sebuah suara yang sepertinya dekat tapi saya tak yakin milik siapa. Maka, saya toh perlu...

Read More

Sudah Cukup Bukti

Sep 03

Sudah Cukup Bukti

pada: nhw Pagi itu, saya bayangkan kau mengutip puisi “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono. Dengan mulut yang sedikit bergetar karena menahan tangis, saya bayangkan kau mengucap puisi itu dengan lirih, hampir tanpa ekspresi, tapi menghujam kedalaman perasaan: aku ingin mencintaimu dengan sederhana:dengan kata yang tak sempat diucapkankayu kepada api yang...

Read More

Switch to our mobile site