Membuka

Jan 24

untuk tdy Adakah bagimu, kesepian itu identik dengan kesendirian? Kalau iya, maka mungkin saja kesepian yang kau keluhkan sebenarnya akibat kesendirian yang kau alami. Tapi saya kira tidak. Sebab nyatanya, kau memang tidak pernah sendiri. Di kampus, kau ada bersama kami. Di rumahmu, ada kakak yang juga menemanimu. Berdasar sebuah teori psikologi yang saya baca,...

Read More

Dekat

Jan 19

Untuk Bagus Dwi Bagaimanapun juga, meski fisikmu jauh, tapi nama dan semangatmu terasa dekat. Memang kita sering mendengar ungkapan itu: seseorang yang telah tiada pun bisa dikenang dengan baik. Tapi, ada yang lain dalam kasusmu. Sebab ketika kau pergi, sebenarnya kami tak cukup mengenalmu. Sebagian dari kami memang mengenalmu dengan baik. Sebagian yang lain hanya...

Read More

Marah

Jan 06

pada mas, mbak Saya percaya, manusia tak membawa kemarahan sejak lahir. Ia tak dianugerahkan Tuhan layaknya sebuah tubuh bagi manusia. Pada dasarnya, marah adalah sebuah sumbu, sebuah potensi. Tapi kalaupun marah bisa dikatakan sebagai sebuah sumbu, maka ia adalah sumbu yang gampang terbakar. Secuil titik api yang diterbangkan angin, bisa saja membakar sampai habis...

Read More

Rumah

Dec 22

kepada R, yang hendak pergi R, saya tahu, semua orang memang memerlukan rumah. Bukan hanya dalam artian fisik: sebagai tempat berlindung dari terik dan dingin yang menyergap. Tapi juga dalam artian yang lebih luas dan dalam. Rumah bagi seseorang adalah juga tempat berbagi. Ia tak hanya berciri sebuah fisik yang megah dengan balutan arsitektur yang mewah. Tapi juga ...

Read More

Diam

Dec 15

untuk T, dengan segala hormat Saya tak tahu, adakah kau percaya satu kondisi di mana seorang manusia tak berhak bicara soal “benar” atau “salah”. Mungkin saja tidak. Sebab kau terlihat begitu yakin pada diri sendiri, juga ketika sebuah “batas” tak terlampau tegas sebenarnya. Atau, malah memang tak ada pembatas saat itu. Saya bayangkan kau adalah orang...

Read More

Switch to our mobile site