Yang Punya Otak, Bisa Ditaruh Dulu
Nov 14
Membaca buku “sajakkartun” karya Nasirun PurwOkartun yang berjudul “Sajak dari Republik Kartun”, kesan saya mula-mula sama dengan Dwi Susanto, pengajar Sastra di Universitas Sebelas Maret, Solo. Seperti Dwi, saya lebih tertarik pada kartun-kartun dalam buku itu ketimbang sajaknya. Tapi beda dengan Dwi, saya tak menyayangkan bahwa Nasirun ternyata belum mampu...
Read More

Facebook
Twitter
GooglePlus
RSS
Email
Komentar Baru